LOMBOK TENGAH – Pendidikan merupakan hak dasar dan merupakan program pemerintah yang selalu jadi jualan kampanye.
Namun sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menikmati kemudahan dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Itulah yang dirasakan warga Dusun Pidendang, Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata.
Sampai saat ini, anak-anak di desa tersebut harus bersekolah ke tempat yang cukup jauh lantaran di desa mereka tidak tersedia sarana pendidikan khususnya Sekolah Dasar (SD).
Keluhan itu disampaikan warga saat mengikuti kegiatan reses Anggota DPRD Lombok Tengah, Saiful Muslim, Jumat (05/06/2026).
Kepala Dusun Pidendang, Abdul Hamid, mengungkapkan, pembentukan sekolah dasar negeri merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendesak.
Pasalnya, sudah sejak lama anak-anak di Desa Sepakek harus bersekolah ke desa-desa tetangga yang jaraknya cukup jauh.
Di hadapan dewan Saiful Muslim, Kepala Dusun yang dikenal rajin solat tahajud itu menuturkan bahwa untuk sampai ke sekolah anak-anak harus berjalan sejauh tiga kilometer setiap hari bahkan juga harua menyebrang sungai.
Padahal kata dia, lahan untuk pembangunan sekolah dasar negeri, sudah tersedia. Yang mana pemerintah desa telah menyiapkan tanah pecatu sebagai lahan pembangunan sekolah. Begitu juga sumber murid, sudah sangat layak.
” Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Dusun Pidendang mencapai 400 an lebih, jadi apa lagi yang harus dipikirkan,” keluhnya.
Pihaknya pun mengaku beberapa kali melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan, namun tidak pernah direspon.
Sementara itu, Saiful Muslim mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Di tengah kemajuan zaman saat ini, sebenarnya sudah tidak ada lagi anak yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang dikenal suka menyantuni janda tua dan pakir miskin itu pun mendesak pemerintah daerah segera merespon keluhan warga tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, HL.Idhal Khalid menjelaskan, keluhan warga tersebut sejatinya sudah dipikirkan dan tengah dicari solusinya.
Untuk pembangunan sekolah negeri, sebenarnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada banyak persyaratan dan aturan yang harus dipenuhi. Mulai dari pengusulan dari desa, ketersediaan lahan dan masih banyak lagi lainnya. Termasuk juga dengan kesiapan anggaran dan tidak lepas dari keputusan pemerintah pusat.
Terkait hal itu, pihaknya berjanji akan segera melakukan survey bersama Koordinator Wilayah (Korwil) dan para pihak terkait lainnya. ( Dar)







