LOMBOK TENGAH – Dugaan penyimpangan pelaksanaan kegiatan reses mencuat di Lombok Tengah. Sejumlah anggota dewan terhormat itu, diduga tidak melaksanakan reses sebagaimana mestinya.
Ada yang diduga memalsukan tandatangan peserta reses, sampai ada yang diduga pelesiran pakai uang jatah reses.
Hasil investigasi Kabarlombok.id, banyak anggota DPRD Lombok Tengah yang mengaku ogah melaksanakan reses lantaran biayanya terkadang jauh lebih besar dari sangu yang diberikan pemerintah. Untuk satu titik reses, beberapa anggota dewan bahkan mengaku mengeluarkan dana puluhan juta. Untuk konsumsi dan lokasi acara tidak terlalu besar. Tapi kantong mereka terkadang seringkali robek kebanyakan karena api rokok. Selama kegiatan beberapa diantara mereka mengaku harus nyawer rokok. Mulai dari merek murahan seperti Surya 12 sampai yang paling mahal easey, selalu ada di mobil mereka. Belum lagi permintaan yang macam macam dan terkadang cenderung terkesan menodong membuat mereka mengaku tidak bisa berbuat banyak selain membuka dompet.
” Kalau hitung-hitungan, kita tidak pernah cukup. Selalu nombok bahkan ngutang. Tapi untung saya agak kaya dan ada sedikit usaha, jadi bisa sedikit ringan. Tapi kasihan dewan yang lain,” ungkap salah seorang anggota dewan yang tidak mau jadi artis.
Lain lagi anggota dewan inisial HS yang lebih memilih ke Bali saat jadwal reses. Ia beralasan bahwa di Bali lebih banyak anak yatim yang kekurangan bakal baju yang lebih membutuhkan. Namun mengenai reses, menurutnya bisa dilaksanakan kapan saja sampai masa sidang berakhir.
” Malah paling rajin reses,” katanya saat ditanya wartawan Jumat Malam.
Namun demikian, masih banyak juga dewan yang taat aturan. Anggota dewan inisial S misalnya, mengaku melaksanakan reses lebih dari jumlah yang ditentukan akibat antusias dan banyaknya permintaan masyarakat.
Sementara mengenai biaya, dirinya mengaku lebih memilih buka-bukaan. Agar terlihat kere, ia mengaku terkadang datang ke lokasi reses pakai motor kreditan agar masyarakat merasa kasihan dan tidak menuntut yang macam macam.
” Bahkan terkadang saya sengaja tidak bawa rokok atau bawa lompak atau tempat tembakau dari rumah,” tuturnya.
Terlepas dari semua itu, pihaknya sendiri mengaku sangat senang senang dengan program reses. Disamping untuk menyerap aspirasi, juga sebagai ajang silaturahmi.
” Reses ini sangat baik apalagi dananya ditambah lima kali lipat,” ujarnya dengan nada bercanda. ( Dar)





