LOMBOK TENGAH – Dugaan penipuan jual beli Pokir yang melibatkan oknum anggota DPRD Lombok Tengah, NR semakin meruncing.
Alih alih membayar hutang, dewan Fraksi Golkar itu justeru belum bisa mengembalikan uang yang telah ia tilep dari korban. Bahkan kendati sudah diberikan waktu dua bulan untuk melakukan pengembalian, NR masih belum mampu berbuat banyak dan lebih banyak mengeluh dengan kisah sedih hidupnya.
Anehnya, para petinggi DPD II Golkar Lombok Tengah justeru anteng-anteng saja. Seakan tidak terjadi apa apa, para petinggi partai beringin jenggot itu terkesan melakukan pembiaran. Tidak ada sanksi apapun yang dijatuhkan sampai saat ini. Kendati sejumlah petinggi partai itu sudah mengetahui persoalan kadenya, mereka justeru diduga cuek bebek.
Bahkan Ketua DPD II Golkar yang menerima informasi tersebut, memberikan respon yang sangat dingin dan datar. ” Ternyata ada masalah “U”. Kalau terlalu banyak darimana kami dapatkan uang untuk bantu,” kata Ketua DPD II Golkar yang juga Wakil Bupati Lombok Tengah, HM.Nursiah.
Sementara itu NR sejauh ini masih dalam kondisi sangat memprihatinkan. Bukannya melunasi uang yang sudah disikat dari korban, anak mantan Ketua DPRD Lombok Tengah itu justeru meminta perpanjangan waktu. Namun perpanjangan waktu yang diajukan belum diterima korban lantaran adanya beberapa persyaratan yang belum bisa dipenuhi.
Terkait hal itu, korban membetikan waktu selama tiga hari kedepan kepada NR untuk mengembalikan uang. Jika tidak pihaknya memastikan akan membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum sesuai kesanggupan NR dalam surat pernyataan sebelumnya.
” Saya sudah capek. Ini kan upaya mengulur waktu. Kalau tidak ada kejelasan, minggu ini jangan salahkan saya kalau bukti bukti ini saya bawa ke Polda atau Kejati NTB. Saya sudah sangat baik dan sabar, kalau diinjak terus seperti ini saya juga bisa melawan,” pungkasnya. (Dar)
Anggotanya Diduga Menipu, DPD II Golkar Loteng Cuek Bebek







