Pastikan Kepala SMAN 1 Praya tidak Terima Suap
LOMBOK TENGAH – Isu dugaan jual beli bangku di SMAN 1 Praya ternyata tidak benar
Orangtua (Ortu) calon siswa (Casis) asal Lingkungan Kauman yang sebelumnya menuding adanya permainan pada PPDB di SMA 1 Praya tahun ajaran 2026, memberikan klarifikasi.
Kepada wartawan di Praya, ia mengungkapkan bahwa informasi main uang dan keterlibatan Kepala SMAN 1 Praya yang dimuat di salah satu media beberapa waktu lalu, ternyata tidak benar.
Setelah ditelusuri, informasi yang menyebut adanya keterlibatan Kepala SMAN 1 Praya, ternyata bersumber dari sapah satu calo yang diketahui sengaja “menjual” nama Kepala SMAN 1 Praya agar bisa lepas dari tanggunghawab.
” Paman anak saya katanya memberikan uang kepada salah seorang operator di SMAN 1 Praya. Oleh operator itu dia diceritakan bahwa suap menyuap PPDB dikomandoi olek Kepala sekolah. Ternyata itu hanya alasan agar dia tidak ditagih. Terus terang saya termakan hoax,” tuturnya.
Bahkan kata dia, yang bersangkutan diduga sengaja memfitnah Kepala SMAN 1 Praya lantaran saki karena tidak difungsikan lagi dalam PPDB.
” Setelah saya telusuri, justeru pak Kepala Sekolah lah yang getol mencegah terjadinya permainan di SMAN 1 Praya,” jelasnya.
Untuk itu pihaknya secara pribadi meminta maaf kepada Kepala SMAN 1 Praya karena telah menuduh yang tidak-tidak.
” Saya merasa sangat bersalah. Kalau ada kesempatan saya mau minta maaf secara langsung,” katanya dengan wajah sedih sambil sesekali mengucap istigfar menyesali perbuatannya.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Praya mengaku tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut.
Isu semacam ini kata Kadian, sudah menjadi langganan alias fitrah tahunan bagi dirinya. Intervensi dari para pejabat maupun fitnah semacam ini, baginya sudah biasa.
Namun semua tekanan maupun fitnah yang dialamatkan kepadanya selama ini, tidak pernah ia gubris. Proses PPDB tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
” Mau difitmah apapun saya tidak peduli. Dan siapapun itu biar anak pejabat setinggi apapun kalau tidak memenuhi persyaratan, jangan mimpi diterima di SMA 1 Praya.
Lagipula kata Kadian, anak dari orangtua yang menuding adanya permainan tersebut sebenarnya lolos seleksi.
” Saat orangtua ini ngomong di media belum pengumuman. Faktanya anaknya lolos verifikasi,” kata Kadian.
Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang memiliki keluhan sepuyar PPDB di SMAN 1 Praya agar menanyakan langsung ke sekolah. Tidak lantas langsung spickup di media yang pada akhirnya akan merugikan banyak pihak, bahkan bisa berujung fitnah seperti yang terjadi saat ini. (Dar)






