LOMBOK TENGAH – Program aspirasi anggota DPRD Lombok Tengah insial NR, tampaknya mulai menimbulkan masalah.
Di beberapa dinas, program politisi Partai Golkar itu jadi rebutan. Sejumlah kontraktor mulai kakap sampai kontraktor kelas teri, berlomba lomba menyerbu dinas untuk mendapatkan program aspirasi NR. Mereka kebanyakan adalah korban dugaan penipuan yang diduga telah menyetor duit pelicin terlebih dahulu kepada NR.
Bahkan salah seorang kontraktor baru belajar asal Kecamatan Batukliang yang merupakan korban NR mengaku setiap hari datang menanyakan paket kegiatannya ke sesuai yang dijanjikan NR sebelumnya.
Bahkan informasi valid yang diterima kabarlombok.id, beberapa waktu lalu ada beberapa kontraktor yang anehnya ngamuk ke kepala dinas gegara tidak kebagian jatah Pokir NR.
Sejumlah pihak yang dimintai tanggapannya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Menurut mereka, masalah yang ditimbulkan NR sudah sangat memalukan dan mengganggu kinerja dinas dalam mengeksekusi program.
Jika merujuk pada aturan, pelaksanaan anggota dewan mutlak merupakan kewenangan dinas.
Setelah ditetapkan menjadi program kegiatan, anggota dewan tidak boleh lagi ikutcampur dalam hal pelaksanaan karena sudah menjadi domain dinas selaku eksekutor program. Dalam hal ini, anggota dewan hanya sebatas meneruskan usulan program masyarakat. Sementara untuk menentukan rekanan dan tekhnis pelaksanaan proyek, menjadi tugas dan kewenangan dinas.
Adapun jika ada komtraktor yang mengaku sudah mengeluarkan fee kepada dewan, itu merupakan urusan yang bersangkutan.
Terkait hal ini, pihaknya meminta para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun Kepala Dinas di Lombok Tengah bertindak tegas dan jangan sampai masuk dalam persoalan kontraktor.
Jika ada kontraktor yang meminta proyek dengan alasan sudah mengeluarkan pelicin, sebaiknya diarahkan agar menghubungi langsung dewan yang bersangkutan. Bukan malah “menyerang” dinas ataupun lembaga DPR.
Namun demikian, Golkar selaku partai yang menaungi NR juga harus peka. Agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar, DPD II Golkar Lombok Tengah harus berani bersikap.
<span;>Jika sudah sangat meresahkan, tidak ada alasan lagi bagi DPD II Golkar Lombok Tengah untuk mempertahankan NR.
<span;>” Kalau menurut kami, segera keluarkan dari partai. Jangan sampai Golkar yang begitu hebat ini rusak hanya karena satu orang NR,” kata mereka.
<span;>Sampai berita ini dimuat, belum ada konfirmasi apapun dari NR maupun pihak DPD II Golkar Lombok Tengah. (Dar)






