‎Gila…! Kapus Mantang Diduga Sikat Sumbangan Musolla dan Duit Parkir

LOMBOK TENGAH –  Dugaan korupsi di Puskesmas Mantang, Kecamatan Batukliang terus menggelinding.

‎Selain potongan kapitasi, Kepala Puskesmas Mantang, H.Sapoan  juga diduga mengorek kantong bawahannya melalui sumbangan musholla. Pria yang dikenal ramah itu diduga memanfaatkan sarana ibadah sebagai ladang pungli.

‎Informasi dari sumber terpercaya di Puskesmas Mantang beberapa hari lalu menyebut, pungutan sarana ibadah sudah dimulai sejak yang bersangkutan menjabat beberapa tahun lalu. Saat itu kata dia, Kepala Puskesmas Mantang membeli gazebo  yang diperuntukkan sebagai musholla atau tempat ibadah.

‎” Padahal sudah ada musholla. Tapi karena itu dibuat bukan di zamannya dia, maka diganti pakai gazebo. Ujung-ujungnya kita diminta nyumbang,” katanya.

Beberapa pegawai saat itu kata dia, menyarankan agar kepala Puskesmas merenovasi musholla yang sudah ada karena dihawatirkan gazebo yang akan dibeli hanya  jadi tempat duduk bahkan gibah para pegawai.

‎Benar saja kata dia, gazebo yang seharusnya dipakai solat justeru dipakai sebagai tempat ngerumpi. Dan tidak berselang lama, gazebo tersebut dijual dan dana hasil penjualannya sampai sekarang tidak jelas.

‎Belum lagi sumbangan lain seperti santunan yatim yang terkesan dipaksakan. Jika ada pegawai yang tidak mau nyumbang, maka akan jadi bahan pidato saat apel.

Belum lagi duit parkir, tidak ada kejelasan. Ia mengungkapkan, setiap hari ratusan kendaraan dipungut parkir. Tapi uang hasil parkir tersebut tidak pernah kelihatan. Bayangkan saja kata dia, dalam sehari duit parkir bisa mencapai ratusan ribu. Dalam sebulan, uang parkir bisa mencapai puluhan juta. Jika dikelola dengan benar, uang parkir tersebut seharusnya masuk ke kas puskesmas dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di Puskesmas itu sendiri. Sayangnya, uang puluhan juta per bulan tersebut selama ini “menguap”. Ia curiga duit parkir tersebut masuk kantong pribadi kepala Puskesmas.

‎” Kalau semuanya diambil tukang parkir, saya berhenti saja jadi ASN. Mending ngelamar jadi tukang parkir di Puskesmas Mantang, gajinya puluhan juta per bulan. Sudahlah, saya tahu semua dan bukti kebobrokan di Puskesmas Mantang masih saya simpan,”  katanya dengan nada bercanda.

Untuk itu pihaknya sangat berharap kepada Aparat Penagak Hukum (APH) agar segera mengusut persoalan tersebut. Sehingga tatakelola Puskesmas Mantang kedepan menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu Kepala Puskesmas Mantang, H.Sapoan menjelaskan bahwa biaya pembelian gazebo yang dipersoalkan tersebut ditarik secara sukarela tanpa ada paksaan. Setelah tidak difungsikan, gazebo tersebut dijual seharga Rp 10 juta. Dan hasil penjualannya dipakai untuk membangun Musholla di belakang Puskesmas.

‎Sedangkan untuk uang parkir, pihaknya mengaku sama sekali tidak tahu menahu. Seluruh hasil parkir diambil oleh juru parkir itu sendiri. Selaku Kepala Puskesmas, pihaknya mengaku tidak pernah menanyakan apalagi meminta uang parkir sebagaimana yang dituduhkan. ” Saya tidak tahu dinda. Bisa ditanyakan langsung ke tukang parkirnya,” pungkasnya. ( Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.