LOMBOK TENGAH – Sungguh sial nasip R, warga Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah.
Mimpinya menjadi kaya raya dengan proyek aspirasi dewan berakhir petaka. Proyek aspirasi yang dijanjikan NR, oknum anggota DPRD Lombok Tengah ternyata tinggal tinggal janji.
Alih alih dikasi proyek, uang yang diberikan ke NR pun tidak ada kejelasan. Bukannya mengembalikan uang, NR justeru mengabaikan R.
Tidak hanya uang, R juga memberikan tiga ekor sapi kepada NR. Celakanya, uang yang ia berikan ke NR adalah pinjaman. Begitu juga tiga ekor sapi, merupakan milik warga.
Kepada wartawan kemarin, R menuturkan bahwa uang dan sapi tersebut diberikan tanggal 20 Oktober 2024. Total uang yang disikat NR kata dia sekitar Rp 45 juta. Dua puluh juga diberikan secara cash, sisanya ditransfer sebanyak dua kali. Sementara itu tiga ekor sapi diambil dari salah seorang kepala dusun.
” Katanya setelah dilantik saya akan dikasi proyek,” tuturnya.
Pihaknya pun telah berusaha menghubungi NR, namun tidak pernah direspon. Di sisi lain, pemilik uang dan sapi datang silih berganti menagih ke rumahnya.
Karena tidak tahan, ia pun meminta bantuan kepada salah seorang kerabatnya yang saat ini menjadi kepala dinas agar diizinkan tinggal di kantornya. Sementara istri dan dua anaknya yang masih sekolah dengan berat hati ia tinggalkan.
” Terus terang yang membuat saya sedih, di saat anak-anak saya lagi butuh biaya sekolah, kondisi saya justeru seperti ini,” katanya.
Pihaknya pun mengaku pernah mengadukan persoalanya ke DPRD Lombok Tengah, namun belum ada kejelasan.
Pihaknya berharap kepada NR membuka mata hatinya. Terlebih yang menjadi korban saat ini bukan hanya dirinya, tapi banyak orang yang rata-rata tidak mampu.
” Kalau sekarang saya sudah tidak tertarik mengerjakan proyek. Yang pentinh sekarang bagaimana uang kembali dan saya bisa berkumpul dengan anak istri,” pungkasnya. (Dar)







