LOMBOK TENGAH -Sederet persoalan hukum yang terjadi beberapa waktu terakhir ini mulai mempengaruhi mental para pejabat di Lombok Tengah.
Kepada wartawan, salah seorang kepala dinas yang sangat takut namanya dikorankan mengaku mulai merasa tidak nyaman. Ia khawatir akan menyusul rekan-rekannya ke penjara. Saking khawatirnya, ia bahkan mengaku sering mimpi buruk akhir-akhir ini.
” Sekarang kita harus lebih teliti. Salah sedikit bisa panjang urusannya. Jangan sampai setelah pensiun nanti kita dipasangi rompi pink,” katanya sambil menghisap rokok hasil ngutang di warung seberang jalan.
Jangankan untuk mengambil kebijakan penting, sekedar untuk menandatangani surat biasa saja, sekarang ia mengaku lebih berhati-hati.
Sebenarnya kata dia, hal seperti ini sangat baik. Bagaimanapun juga ketegasan aparat penegak hukum, merupakan keharusan. Kendati demikian, penahanan sederet pejabat beberapa bulan terakhir diakuinya merupakan pukulan keras bagi birokrasi di Lombok Tengah.
Lain lagi R, salah seorang kepala bidang yang mengaku sudah tidak mau lagi jadi pejabat. Khawatir berbuat salah, ia berencana mengajukan surat pengunduran diri ke Bupati Lombok Tengah.
” Kalau seperti ini terus saya lebih baik jadi staf pengantar surat saja. Saya juga sering mimpi digigit ular. Mungkin karena kepikiran teman teman yang ditahan ini. Jadi kami mohonlah kedepan jangan ada lagi yang ditangkap. Kalau ada kekeliruan, kita dingatkan dulu,” harapnya.
Dalam hal ini, ia sangat berharap kepada para pemangku kebijakan di daerah ini agar lebih intens melakukan pembinaan agar kedepan tidak ada lagi pejabat yang harus masuk bui. ” Ini harus segera disikapi,” pungkasnya. (dar)






