LOMBOK TENGAH – Kepala Puskesmas Teratak Kecamatan Batukliang, Usman kembali berulah.
Saat apel pagi beberapa hari lalu, pria yang konon punya beaking kuat di pemerintahan itu melontarkan kalimat yang berpotensi memicu kemarahan warga.
Disaksikan puluhan anak buahnya, ia membahas keluhan keluarga pasien yang sehari sebelumnya ditangani di Puskesmas Teratak. Yang mana keluarga pasien tersebut saat itu mengeluhkan tidak adanya sopir ambulance yang mengakibatkan lamban dirujuk.
Menerima laporan tersebut, Usman pun bereaksi. Bukannya meredam situasi, ia justeru terkesan memprovokasi dengan menyinggung status pasien tersebut yang saat ini hanya merupakan mantan pejabat.
Bahkan Usman meminta para staf untuk memvideokan pidatonya agar viral karena merasa sudah sesuai SOP. Padahal yang sebenarnya, penanganan pasien tersebut diduga jelas-jelas tidak sesuai standar prosedur yang ada.
” Silahkan videokan biar viral sekalian,” kata Usman.
Beberapa pegiat LSM yang dimintai tanggapannya, menyayangkan sikap Kepala Puskesmas Teratak.
Mereka mengungkapkan bahwa, setiap persoalan yang ada di Puskesmas harus disikapi secara arif dan bijaksana. Bukan malah petantang petenteng berlagak Koboi yang nantinya hanya akan memicu kemarahan warga.
Selaku kepala Puskesmas, Usman seharusnya mencari solusi atau paling tidak menjadikan setiap keluhan sebagai bahan evaluasi, tidak lantas sibuk menyalahkan orang apalagi sampai menyebut jabatan atau pribadi seseorang yang dinilai sangat tidak pantas.
Untuk itu mereka berharap kepada Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan segera mengevaluasi Kepala Puskesmas Teratak. Begitu juga Kepala Puskesmas lainnya, harus benar-benar diawasi. Jangan sampai ada kepala Puskesmas yang berlagak seperti Bupati dan bertindak seenak perut.
Sementara itu Kepala Puskesmas Teratak, Usman belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. (Dar)




