LOMBOK TENGAH – Ribuan lahan di kawasan wisata Lombok Tengah, masih terbengkalai. Investor yang diharapkan membangun lahan-lahan strategis tersebut, hanya berhenti di kata akan. Jangankan membangun hotel seperti yang dijanjikan, sekedar pondasi saja tidak ada. Sejak puluhan tahun lahan-lahan tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan.
Celakanya, Pemkab Lombok Tengah khususnya Dinas Pariwisata sejauh ini tidak bisa berbuat apa-apa. Peringatan demi peringatan yang dilayangkan dianggap angin lalu oleh para investor yang memang rata-rata memang merupakan perusahaan besar. Beberapa perusahaan bahkan konon dimiliki oleh para taipan dan dibeackingi oleh para pejabat penting di negeri ini.
Kuatnya pengaruh para pengusaha itu diduga membuat nyali Pemkab Lombok Tengah ciut. Tidak itu saja, kuat dugaan bahwa para pejabat di Lombok Tengah memanfaatkan sebagai ladang usaha dengan melakukan deal deal tertentu dengan para investor nakal tersebut. Kendati belum terbukti, namun sikap pemetintah daerah yang terkesan lembek membuat kecurigaan masyarakat tersebut cukup beralasan.
Sejumlah aktivis Lombok Tengah yang dimintai tanggapannya pun mempertanyakan sikap Pemkab Lombok Tengah khususnya Dinas Pariwisata yang terkesan hanya bisa planga plongo tanpa bisa berbuat apapun.
Kedepan, mereka mendesak Dinas Perizinan maupun Dinas Pariwisata lebih tegas terhadap para investor. Yakni dengan mencabut izin maupun hak pemanfaatan lahan yang dimiliki selama ini. Atapun dengan mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan apapun. (Dar)






