LOMBOK TENGAH – Di tengah berbagai isu negatif seputar DPRD Lombok Tengah, kondisi kejiwaan anggotanya mulai dipertanyakan.
Banyak pihak yang menduga, sebagian besar anggota dewan Lombok Tengah mengalami gejala gangguan jiwa ringan yang disebabkan berbagai persoalan yang dihadapi. Jumlah Pokir yang setai kuku, ditambah lagi tuntutan konstituent yang terus menumpuk, diduga dapat mempengaruhi kejiwaan para anggota dewan terhormat tersebut.
Salah seorang pegiat LSM Lombok Tengah yang tidak mau dikenal namanya mengusulkan kepada Sekretariat DPRD Lombok Tengah agar mendatangkan psikiater atau melakukan tes kejiwaan massal ulang kepada para anggota dewan. Hal tersebut menurutnya sangat penting. Paling tidak sebagai langkah antisipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan. Jika tidak segera disikapi, hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kineria para anggota dewan.
Ia mengungkapkan apa jadinya jika Peraturan Daerah (Perda) nantinya disusun oleh orang-orang yang bisa saja mengalami gangguan mental. Tidak menutup kemungkinan Perda yang dihasilkan akan ikut miring.
” Kelihatannya sih masih normal, tapi kita harus antisipasi lebih awal,” pungkasnya. (Dar)







