‎Mudus Jual Pokir, Oknum Aggota DPRD Loteng Diduga Sukses Tipu Warga Ratusan Juta (Bagian 1)

‎LOMBOK TENGAH – Dugaan jual beli Program Pokok Pikiran (Pokir) di Lombok Tengah kembali mencuat.

‎Salah seorang Aggota DPRD Lombok Tengah inisial NR,  diduga menipu salah seorang warga Kelurahan Tiwu Galih  hingga ratusan juta.

Oleh NR, korban diminta menyetor duit pelicin dengan iming-iming paket kegiatan tahun 2026.

Terbuai janji manis, korban tanpa pikir panjang lagsung memberikan uang yang jika ditotal berkisar Rp 190 juta.

Uang “pelumas”  proyek tersebut dieksekusi  tahun 2025 secara bertahap. Selain tunai dengan kwitansi bermaterai, sebagian juga ditransfer ke rekening NR.

‎Yang mana uang diambil langsung oleh NR  ke rumah korban. Bahkan kepada kabarlombok.id, korban menuturkan bahwa saat mengambil uang yang bersangkutan kerap mengajak anaknya yang masih balita  yang membuatnya semakin  iba dan mau menolong pelaku yang saat itu mengaku tengah mengalami kesulitan keuangan.

Namun setelah setahun menunggu, proyek yang dijanjikan tak kunjung ada kejelasan. NR  yang dulunya sering berkunjung dan berkomunikasi dengan korban  layaknya keluarga menghilang bak ditelan bumi. Celakanya,  proyek yang dijanjikan justeru diberikan ke orang lain.

‎Tidak terima, korban berencana melaporkan kasus tersebut ke Polda NTB. Pihaknya juga berencana melaporkan hal ini ke pengurus partai yang bersangkutan. Tujuanya agar pihak partai  mengetahui sepakterjang anak buahnya di lapangan sehingga kejadian serupa tidak terulang dan menimpa orang lain.

‎Sementara itu NR yang dikonfirmasi wartawan mengaku salah. Ia berdalih terpaksa memberikan pokir ke orang lain karena terjerat persoalan keluarga.

‎Untuk megetahui kebenaran terkait Pokir dewan NR, kabarlombok pun menghubungi salah satu OPD. Benar saja, salah seorang pejabatnya membenarkan jika paket paket kegiatan NR sudah diserahkan ke salah seorang kontraktor inisial LH. Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya dihubungi langsung oleh NR agar memberikan paket kegiatannya kepada LH.

” Dari pengakuan NR, alasan pemberian proyek bersifat sangat pribadi. Saat ini kami masih menunggu profil perusahaan rekanan yang ditunjuk,” pungkasnya. (Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.