LOMBOK TENGAH – Komitmen Partai Golkar sebagai penyalur aspirasi rakyat yang dikemukakan Ketua DPD II Lombok Tengah beberapa hari lalu mendapat tanggapan sinis dari masyarakat. Tidak terkecuali para korban dugaan penipuan oknum NR, anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi Golkar.
Menurut mereka, statment Nursiah tersebut hanya omong kosong . Pasalnya, menurut mereka sampai saat ini yang bersangkutan belum berani menyentuh NR yang jelas jelas sudah banyak merugikan masyarakat.
Tidak hanya sebagai penyalur aspirasi program, Golkar juga seharusnya hadir dalam setiap persoalan masyarakat. Terlebih jika ada persoalan yang melibatkan kadernya, Golkar seharusnya tampil paling depan. Bukan justeru sebaliknya terkesan melindungi pelaku seperti yang terjadi saat ini.
” Ingat, puluhan korban NR ini juga bagian dari masyarakat anda pak Nursiah. Kami juga yang dulu mati matian mendukung bapak sehingga duduk di kursi empuk seperti saat ini,” kata para korban kepada Kabarlombok beberapa waktu lalu.
Menurut mereka, yang dibutuhkan para korban saat tidak lain adalah sanksi yang tegas bagi pelaku. Jika memang sudah tidak bisa mengembalikan uang yang ia sikat dari masyarakat, NR harus dipecat dari keanggotaan Partai Golkar.
Sebagai partai besar, mereka memahami bahwa Golkar memang memiliki mekansme tersendiri dalam menyelesaikan persoalan seperti ini. Hanya saja jangan sampai mekanisme partai itu justeru hanya dijadikan “alat” untuk melindungi pelaku. Para korban mengingatkan Nursiah agar tidak mengedepankan kepentingan politik. Wakil Bupati Lombok Tengah dua periode itu diharapkan mampu lebih bijak dalam merasakan penderitaan para korban. (Dar)





