‎Bongkar Dugaan Jual Beli Pokir,  Kejari Loteng Diminta Panggil Pimpinan DPRD

LOMBOK TENGAH – Jual beli Program Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan, bukan rahasia lagi. Tidak terkecuali di DPRD Lombok Tengah, sudah dilakukan secara Bar-bar.

Beberapa oknum anggota dewan saat ini, diduga mengobral Pokir mereka ke kontraktor atau masyarakat biasa yang tergiur keuntungan besar.

Tidak jarang banyak masyarakat yang kena tipu. Untuk Pokir 2026 misalnya, mereka telah menyetor uang pelicin sejak tahun 2025. Tapi saat akan dieksekusi,  proyek yang dijanjikan justeru diberikan ke orang lain. Salah seorang warga yang berhasil dimintai keterangannya bahkan mengaku kena tipu ratusan juta oleh salah seorang oknum anggota dewan.

Parahnya lagi, Pokir-pokir itu diduga juga  menjajakkan  ke sesama anggota dewan.  Informasi sohih yang berhasil dihimpun dari beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa, sebelum anggaran diketok, beberapa anggota dewan diduga gentayangan meminta fee ke anggota dewan lain. Untuk urusan ini,  diduga  melibatkan calo Pokir yang merupakan orang dalam di DPRD Lombok Tengah itu sendiri.

‎Oknum calo itu diduga bertugas meloby angggota lain yang sekiranya bisa dijadikan mangsa.

‎” Saya hampir saja kena. Untung ada yang mengibatkan,” ungkap salah seorang anggota dewan yang tidak mau terkenal namanya.

Penomena ini tentu sangat merusak citra anggota dewan. Dalam hal ini, masyarakat mendorong Kejaksaan Negeri segera bertindak dan  memanggil pimpinan DPRD Lombok Tengah untuk mengklarifikasi berbagai isu miring tersebut.  (Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.