LOMBOK TENGAH – Persoalan dewan NR terus menyeret Partai Golkar.
Kepada wartawan, para korban NR para dalam waktu dekat bahkan berencana melakukan aksi besar-besaran di Kantor DPD II Golkar Lombok Tengah. Mereka bahkan berencana menduduki kantor partai berlambang pohon beringin tersebut sebagai bentuk protes terhadap kadernya yang telah merugikan banyak orang.
Tuntutannya ada dua, yakni mendesak NR agar segera mengembalikan uang yang sudah diambil dari para korban. Berikutnya mendesak Ketua DPD II Golkar agar segera memecat yang bersangkutan dari keanggotaan partai. Langkah tersebut diambil lantaran tidak ada respon, baik dari NR maupun keluarganya.
Mereka meminta HM.Nursiah selaku Ketua DPD II Golkar bisa bertindak tegas terhadap anak buahnya yang telah merugikan banyak orang tersebur. Wakil Bupati Lombok Tengah dua periode tersebut diharapkan mau menggunakan perasaan dan hati nuraninya dalam menyikapi persoalan ini.
Sebagai khadam, mantan Sekda itu diharapkan bisa merasakan penderitaan rakyatnya dan mengenyampingkan kepentingan politik. Jangan karena takut tidak didukung keluarga NR pada Pilkada mendatang, Wabup lantas mengorbankan puluhan bahkan mungkin ratusan warga yang saat ini menderita akibat ulah NR.
Informasi yang berhasil dihimpun kabarlombok.id, saat ini para korban NR mulai bersatu dan terus melakukan konsolidasi terkait langkah apa yang akan ditempuh dalam menyikapi persoalan ini.
Modus yang digunakan NR dalam menggaet mangsanya beragam. Ada yang akadnya meminjam, ada juga yang diiming-imingi proyek aspirasi. Bahkan yang lebih celaka, beberapa korban yang mengaku kena tipu membeli mobil bodong dari NR. Belum lagi BPKB dan sertifikat warga yang digadai hingga ratusan juta.
Selain mendatangi DPD II Golkar, para korban juga akan mendatangi DPRD Lombok Tengah. Beberapa diantaranya bahkan memastikan membawa persoalan ini ke ranah hukum karena sudah sangat lelah dipermainkan oleh NR.
Sementara itu NR yang dihubungi kerap kali menjawab dengan keluhan sakit dan meminta doa dari para korban tanpa ada solusi yang nyata.
Sementara itu Fraksi Golkar yang diharapkan mampu memberikan solusi, terkesan lepas tangan dan ogah membantu NR. Selain kondisi kantong yang lagi seret, mereka juga enggan membantu lantaran persoalan tersebut tidak sepeserpun masuk ke partai melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi bersangkutan. (Dar)





