LOMBOK TENGAH – Komitmen DPD II Golkar dalam menyelesaikan kasus dugaan penipuan oknum kadernya di DPRD Lombok Tengah, mulai dipertanyakan.
Publik bahkan mulai meragukan keseriusan DPD II Golkar dalam menangani persoalan tersebut. Bahkan, para petinggi Golkar di Lombok Tengah, dicurigai sengaja bahkan tidak berani mengusik NR.
Beberapa pengamat politik di Lombok Tengah yang dimintai tanggapannya mengungkapkan bahwa kecurigaan masyarakat akan adanya perlakuan istimewa terhadap NR, sangat wajar dan beralasan.
Secara politik, Ketua DPD II Golkar Lombok Tengah, selama ini diduga selalu bergantung pada keluarga NR yang selalu menjadi pendukung militan dalam setiap kontestasi politik. Hal itu kata mereka bisa jadi merupakan petimbangan Ketua DPD II Golkar Lombok Tengah segan bahkan tidak berani menindak NR.
Begitu persoalan ini mencuat ke publik, Ketua dan para petinggi DPD II Golkar Lombok Tengah segera seharusnya sudah bersikap. Namun yang terjadi justeru sebaliknya. Bukannya menjatuhkan sanksi, para petinggi Golkar Lombok Tengah justeru diduga sengaja membiatkan persoalan ini berlarut larut.
Para pengamat menyebut bahwa DPD II Golkar tidak memili nyali hanya sekedar untuk menindak seorang NR.
Dengan jabatan di partai serta posisi di pemerintahan, persoalan NR sebenarnya ibarat tai kuku yang bisa dibersihkan dengan sangat mudah oleh Ketua DPD II Golkar, HM.Nursiah yang juga merupakan Wakil Bupati Lombok Tengah.
Hanya saja, Wakil Bupati dua periode tersebut dicurigai khawatir kepentingan politiknya di tahun 2029 akan terganggu jika bersikap terlalu keras terhadap NR.
Padahal jika dibiarkan, persoalan ini justeru akan jadi bomerang bagi HM.Nursiah. Kepercayaan masyarakat terhadap yang bersangkutan akan rusak. Begitu juga dengan Golkar, bisa kehilangan citra positif di masyarakat selama ini sebagai partai tua yang menjunjung tinggi kebenaran dan aturan partai.
Sementara itu Ketua DPD II Golkar Lombok Tengah, HM.Nursiah yang dikonfirmasi tidak memberikan keterangan apapun terkait persoalan anak buahnya itu.
Sebelumnya, Sekda itu beberapa hari lalu memang sempat berjanji untuk menemui wartawan Namun saat dihubungi kembali, ia tidak merespon. (Dar)




