LOMBOK TENGAH – Reses Anggota DPRD Lombok Tengah, M.Tarip di Desa Ganti dan Marong Kecamatan Praya Timur beberapa hari lalu, disuguhkan setumpuk usulan dan perminaan. Dari puluhan aspirasi warga, penataan lingkungan dan masalah pertanian, masih mendominasi.
Di dua desa itu, Tarip banyak menerima permintaan favingblok untuk jalan lingkungan. Maklum sampai saat ini banyak jalan lingkungan di dua desa itu yang memang masih memprihatinkan. Kondisi ini membuat lingkungan menjadi tidak rapi dan terkesan kumpuh.
Selain itu, warga banyak meminta dibuatkan saluran drainase lingkungan yang memadai.
Sebagian besar drainase lingkungan di dua desa tersebut kata warga, sudah sangat parah. Banyak yang tersumbat, bahkan ada beberapa lingkungan yang saluran drainasenya tidak pernah diperbaiki sejak zaman kerajaan Pejanggik.
Warga khawatir kondisi ini bisa memicu terjadinya banjir. Kondisi kumuh dan tidak tertata rapi juya bisa menimbulkan berbagai penyakit, sepeerti malaria dan demam berdarah. Untuk itu mereka berharap berbagai persoalan tersebut bisa segera dicarikan solusi oleh pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut M.Tarip mengaku sangat memahami persoalan yang dihadapi warga di dua desa tersebut. Pihaknya pun berjani akan menindaklanjuti usulan warga sehingga bisa menjadi prioritas pemerintah daerah kedepan.” Banyak juga yang minta mesin air untuk irigasi pertanian,” kata Tarip.
<span;>Dari informasi yang dihimpun wartawan, M.Tarip adalah salah satu anggota dewan yang paling rajin turun ke masyarakat terlebih kegiatan reses, selalu dimanfaatkan dengan baik.
Bagi sebagian orang, reses mungkin hanya dianggap sebagai kegiatan seremonial yang tidak terlalu penting. Tapi bagi Tarip, kegiatan reses sebagai moment yang sangat berharga. Selain memjalankan amanat Undang-undang, bagi pria yang dulunya dikenal sebagai bos tembakau dan pemilik salah satu bisnis kerajinan terbesar di Lombok Tengah itu, kegiatan rutin tersebut juga merupakan sebagai ajang mempererat silaturahmi yang sangat sayang untuk dilewatkan. (Dar)





