Diduga Banyak Pejabat Nyambi Jadi Makelar Proyek
LOMBOK TENGAH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya merupakan salah satu badan usaha andalan Lombok Tengah. Tapi juga jadi ladang korupsi paling menggiurkan.
Selain mengurus orang sakit, sejumlah pejabat di tempat itu juga diduga sebagai makelar proyek.
Mulai proyek rehab gedung, pengadaan alat kesehatan (Alkes) sampai obat obata, semuanya dijadikan cuan.
Jika RSUD Praya diibaratkan PASAR BERAS, para pejabatnya diduga berlomba lomba bawa rekanan alias saudagar.
Salah satu praktek korupsi paling bar-bar di tempat itu diduga paling sering terjadi pada pengadaa Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
Proaes pengadaan yang terkadang luput dari perhatian publik membuat para makelar leluasa bermain di dalamnya. Belum lagi keuntungannya, sangat menghiurkan. Bahkan beberapa rekanan berani jor-joran mengeluarkan duit pelicin. Bahkan dalam pengadaan sepeti ini, tidak jarang kesepakatan dilakukan di tempat remang-remang dan ditemani gadis-gadis cantik.
Tidak itu saja, obat-obatan di RSUD Praya disinyalir dibeli bukan tergantung kebutuhan pasien, tapi kepentingan pejabat itu sendiri.
” Saya dulu pemain dalam pengadaan Alkes maupun proyek fisik lainnya. Agar disetujui saya biasanya ajak pejabatnya biasanya ajak pejabat ke cafe,” ungkap salah seorang sumber yang tidak mau ditulis namaya.
Bahkan kata dia, oknum-oknum pejabat nakal tersebut diduga terkadang sudah ambil uang pelicin terlebih dahulu sebelum pesanan dibuat.
Dengan persolan yang begitu rumit, untuk memperbaiki RSUD Praya menurtnya bukan perkara mudah.
Salah satu solusinya hanya dengan operasi bersih bersih. Para pejabat nakal di RSUD Praya, harus dijebloskan ke penjara. Bupati Lombok Tengah juga harus berani menyingkirkan para pejabat karatan di tempat itu.
Selain untuk bersih bersih, mutasi pejabat lama juga sangat penting sebagai upaya regenerasi dan memberikan peluang bagi ASN muda untuk berkarir lebih baik. (Dar)





