LOMBOK TENGAH – Retribusi parkir Rumah Sait Umum Daerah (RSUD) Praya, diduga dikorupsi.
Sejumlah pihak mendorok Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut dugaan korupsi pengelolaan parkir di RSUD Praya tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun kabarlombok.id, amplop uang parkiran yang disetor sangat tipis hanya berkisar ratusan ribu per bulan. Sedangkan kendaraan yang keluar masuk RSUD bisa mencapai ratusan unit setiap harinya. Jika dikalikan biaya parkir motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000, bisa tembus jutaan rupiah setiap harinya.
Lalu pertanyaanya kenama uang uang lusuh itu mengalir. Banyak yang menduga uang parkir masuk kantong pribadi para pejabat RSUD Praya.
Plt. Direktur Utama RSUD Praya, dokter Mamang Bagiansyah yang dihubungi wartawan tidak memberikan jawaba apapun. Pria yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah itu melimpahkan urusan tersebut ke Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Praya, H.Haramain.
” Hubungi pak Haramain dik, dia yang urus masalah ini,” kata Mamang.
Namun H.Haramain yang dikonfirmasi via handphone, Kamis (21/05/2026) berkelit bahwa persoalan parkir bukan urusannya. Pria berkumis tebal itu pun mengarahkan ke saudara Taufik yang saat dihubungi tidak memberikan respon apapun. (Dar)







