LOMBOK TENGAH- Salah seoranh warga Dusun Racem, Desa Bujak Kecamatan Batukliang, H. Moh Zainul Mutaqin ditemukan tak bernyawa di areal persawasan setempat pada Minggu (21/02/2026).
Pria 64 tahun tersebut ditemukan warga, M.Adnan sekitar pukul 14.15 Wita yang kebetulan melintas di lokasi.
“Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 14.15 Wita saat salah seorang saksi, M. Adnan (36), melintas di lokasi dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak di area persawahan,” jelas Kapolsek Batukliang, IPTU Reza Ihyanul Itsnain (22/02/2026).
Dijelaskan Reza, setelah mendapatkan informasi, Ia bersama anggotanya lansung mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan awal dan berkoordinasi dengan pihak medis dan petugas PLN Setempat.
“Setelah menerima informasi, saya bersama anggota langsung menuju TKP untuk melakukan pengecekan awal serta berkoordinasi dengan pihak medis dan petugas PLN setempat,” ujar Kapolsek.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya meninggalkan rumah sekitar pukul 08.00 Wita untuk mengecek buruh yang bekerja di sawah miliknya di Dusun Bajur.
Reza menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban diduga meninggal dunia akibat tersengat arus listrik, ditandai dengan luka bakar pada bagian lengan kiri hingga jari-jari serta luka bakar pada kaki kanan.
Ia lanjut menjelaskan, dari hasil olah TKP di lapangan, diduga korban tersengat kabel listrik tegangan tinggi milik PLN yang terputus dan menggantung ke bawah namun masih bermuatan listrik di area persawahan tersebut.
Setelah kejadian yang memakan korban tersebut, Petugas PLN langsung merapikan kabel listrik tersebut dan memastikan tidak ada kabel yang menggantung lagi.
”Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dibuktikan dengan surat pernyataan penolakan autopsi,” jelasnya.
Kapolsek Batukliang mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan segera melaporkan apabila menemukan kabel listrik yang terputus atau kondisi instalasi listrik yang membahayakan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Dar)





